pelangi

ketika hujan mengetuk lembut pintu kamarmu,
ada pelangi yang terbit di kedua ujung kelopak matamu,
perlahan mereka menetes, mengecup rona pipimu.

para nyamuk masih asik berbisik riang
menyanyikan nada-nada monoton
pada lubang kupingmu yang kelam.

sang cicak terlelap, terus menempel di langit kamarmu.
ia terbuai oleh hangatnya cahaya lampu
yang terus menyala dari kemarin pagi.

tirai kamarmu masih tertutup rapat,
debu-debu kenangan menodainya dengan erat.
kamu pun lupa apa itu waktu.

lalu kamu ingat mimpimu semalam:
padang pasir yang membentang luas,
memeluk cakrawala rindu.

tidak ada kaktus. tidak ada oase.
yang ada cuma angin fatamorgana
berlalu-lalang di antara selaput otakmu.

malam ini kasurmu tidak sendirian,
guling dan bantal setia menemaninya,
semua tersusun rapi dan dingin.

sedangkan lantaimu sudah basah sekarang.

amin.