pesakitan

di hari ini, bulan silam.

wajah peraknya hanya dilirik
ketika batin disapa sepi malam,

wajah merahnya hanya ditatap
ketika insan diraba romantika,

wajah birunya hanya dipandang
ketika jiwa dikutuk pengkhianatan,

punggungnya, tak pernah ia tunjukkan
pada gendam nafsu, darah, dan cinta.

ia tungkup muka dan berdoa:
semoga jangkrik di semesta menjadi bisu
agar lelap mimpi para arwah semakin manis.
semoga serigala di semesta menjadi buta
agar tak ada lagi lolongan rindu pesakitan.

lalu, matahari diam-diam menusuknya, dari belakang.
momen yang tepat untuk mengorbankan segalanya.

di hari ini, bulan penuh,
tapi hilang.

amin.