lima kali

aku keji dan kotor
ragaku lumpur, jiwaku jelaga

tempat tinggalku sepi
terisolasi di tepi sungai

setiap hari aku mandi, lima kali
namun kelam masih beranak pinak dalam hati

sungguh aku malu, pada sucinya sang putri
yang daun-daunnya meringkuk pasrah
dicumbu mesra kristal-kristal salju

sungguh aku rindu, pada sabarnya sang waktu
yang membuat awan-awan beku di sepertiga malam
dan tak lagi buru-buru memburu nafasku

aku ingin pulang
bersama para yang tersayang
meninggalkan segala bayang

kembali ke rumah, di pelukanmu
dan menatap indahnya parasmu
yang mengalahkan segala orgasme

amin.