Sebelum melanjutkan ada baiknya membaca peringatan ini terlebih dahulu. Wajib!

Minggu, 28 April 2013

Total Science & S.P.Y (feat. Riya) - Piano Funk

DAFUQ! I'M TRYING TO SPREAD & PROMOTE DNB AND THEY COMPLAINED ME WITH DMCA! MY ASS!

Total Science & S.P.Y with Riya, what more you can ask? This one is awesome, smooth and soothing. Hope you like it, cheers! :)

Here's the lyric:
You're gonna feel a little low
When the road that you're on don't go to where you want
And everybody wants to tell you what to do
But it don't count, no it don't
Because everybody has dreams
And you got to believe in yours
Reach for the stars
It's the words I hold that keep me going

Give yourself a break
Give it no time
You'll get nowhere
Even when it pains
You need to push through and be true to you
And the little tests you face
May feel a little hard
But you got to push on yeah
It's these words she said that I hold on to

More than this
More than I thought
Much more than now
More than before
Much more I need
Against all things
I'll be something more
Much more than this


Senin, 01 April 2013

Ketika Sunyi Berbicara


Lagi-lagi beberapa potongan hanya untuk renungan semata. Semoga menikmati. :)

---

Sebuah samudra, tidak berkurang, tidak bertambah,
Gelombang-gelombang pergi, gelombang-gelombang datang...

Karena dunia ini terbuat dari gelombang-gelombang,
Dunia ini tidak akan bertahan dalam dua waktu, atau tepatnya dua sejenak.

Dunia ini (jika engkau dapat mengambil pelajaran)...
Adalah sebuah penampakan yang mengalir dalam tahap-tahap yang berurutan.

Dalam semua tahap penampakan yang mengalir ini terdapat sebuah misteri...
Realitasnya realitas, realitas yang meliputi.

---

Eksistensi adalah sebuah samudra, gelombang-gelombangnya abadi...
Darinya manusia di dunia hanya melihat gelombang-gelombang.

Lihatlah gelombang-gelombang yang datang dari dalam samudra ke luar,
Samudra tersembunyi di dalam.

Tataplah dunia, rahasia Tuhan yang tersembunyi...
Seperti air kehidupan, yang tersembunyi dalam kegelapan.

Kerumunan ikan tampak di laut,
Samudra tersembunyi di bawah kerumunan ikan tersebut.

---

Samudra tua melahirkan gelombang-gelombang baru...
melihat gelombang-gelombang, engkau tidak melihat samudra.

Samudra tersembunyi di dalam gelombang-gelombang,
Tapi gelombang-gelombang mewujud di luar samudra.

---

Aku berkata pada cintaku yang pipinya kemerah-merahan,
"Wahai engkau dengan mulut layaknya kuncup, mengapa kau sembunyikan wajahmu seperti gadis-gadis genit?"

Ia tertawa dan berkata,
"Tidak seperti kecantikan-kecantikan duniamu, di balik kerudung aku terlihat, tapi tanpanya aku tersembunyi."

Pipimu tidak terlihat tanpa topeng, matamu tidak terlihat tanpa kerudung.
Selama matahari bersinar terang, sumbernya tidak akan pernah terlihat.

Ketika matahari membentangkan cahayanya di langit,
Ia mempesona mata dari jauh dengan cahayanya.

Ketika matahari bersinar dari balik kerudung awan,
Yang terpesona dapat melihatnya tanpa mendekat.

---

Pergi dan lihatlah gelembung-gelembung pada mulut botol anggur,
Bagaimana anggur ini adalah gelembung-gelembung di dalam gelembung-gelembung,
Dan gelembung-gelembung adalah anggur di dalam anggur.

---

Cinta memetik sebuah nada di kecapi hatiku
Memalingkanku ke dalam cinta dari kepala sampai kaki.

Sebenarnya selama berabad-abad aku tidak pernah muncul
Dari membayar kewajiban untuk sebuah waktu cinta.

---

Tatkala engkau ingin dirimu bertahan hidup seperti ini,
Bagaimana mungkin engkau mengurangi sebutir gandum dari panen wujudmu?

Jika engkau mengetahui ujung sehelai rambut dan membicarakan jalan peniadaan,
Engkau telah meninggalkan jalan itu.

---

Lonceng


Cukup!

Berapa lama merangkai kata-kata?
Berapa lama membuat mantra dan menceritakan kisah?

Membentuk realitas dengan kata-kata adalah ilusi...
Hei manusia dungu, berapa lama bermain dengan ilusi?

Dalam kain gombal kemiskinan, menutupi cela lebih baik.
Di atas ujung cinta yang samar, menajamkan kecerdasan lebih baik.

Manakala kata-kata menjadi topeng bagi wajah tujuan,
Sunyi lebih baik ketimbang berbicara dan mendengarkan.

Sampai kapan engkau akan menangis dan berteriak layaknya lonceng?
Untuk sesaat, tangkaplah bayangan dari omong kosong ini.

Engkau tak akan menjadi harta karun bagi mutiara realitas,
Sepanjang engkau tak menjadi sepasang telinga layaknya tiram.

Wahai engkau yang mendapatkan kegelisahan atas kata-kata,
Jika engkau rakyat berpengetahuan, simaklah kata-katamu.

Jangan hilangkan lidahmu untuk menyingkap rahasia semesta,
Karena mutiara tak tembus oleh berlian kata-kata.

Menggores satu garis lewat cela, yang lainnya lewat kebajikan,
Berarti melepas kembali cadar dari keindahan ketiadaan.

Penyingkapan keindahan itu bukan di luar dirimu,
Tariklah kaki ke bawah rok dan kepala kebawah kerudung.

Wahai pemilik kafan yang disewa oleh duka demi Sang Pencipta,
Jangan kotori kesadaran murnimu dengan bicara.

Manakala engkau mampu mengendalikan kebebalan mengenai hal itu,
Jika engkau membuka bibirmu setelah ini...

Mungkin sampah akan menyumpal mulutmu!

Kamis, 28 Februari 2013

Cahaya Cinta


Apalah arti dari seekor nyala api kecil
Yang membakar habis tubuh suci sang lilin

Dengan cahaya yang dilukiskannya
Juga dengan bayangan yang dilahirkannya

Apalah arti dari sebuah kehangatan murni
Apabila jiwa mengepul penuh sepi

Apalah arti keamanan dan kenyamanan
Jikalau tahu kapan kita akan mati

Mereka bilang cinta itu hidup, dan hidup itu penuh cinta
Lalu kenapa ada yang namanya cinta mati?

Mereka bilang cinta itu penuh kebahagiaan
Lalu kenapa yang bercinta saling berjuang untuk bertahan hidup?

Mari kita bersama-sama dimabuk cinta buta
Karena cahaya cinta sejati masih menunggu untuk menjemput kita.

Bisik Teriak


Di sebuah sudut hutan ibukota
Seorang pria paruh baya
Berkawan dengan perut gelembung
Menyantap sajian diatas piring emas
Bersama sendok garpu peraknya

Berteriak: "Mana yang lainnya?"

Dalam hatinya berbisik: "Tidak seenak yang kemarin."

Di sudut lain
Seorang ibu
Yang sedang menyusui permatanya
Digagahi bergilir
Demi hidupnya dan juga keturunannya

Berbisik: "Sudah selesai belum?"

Dalam hatinya berteriak: "Tolong jangan amputasi buah hatiku!"

Remah Remah Malam

Ini adalah beberapa potongan tulisan kecil yang biasanya tiba-tiba muncul di malam hari. Kalau tidak cepat-cepat ditulis bisa hilang. Sayang juga kalau hanya mengendap dalam sebuah folder. Semoga bisa menghibur dan membawa manfaat. Maaf tidak disunting karena saya sedang malas. :)

---


apalah arti menjadi kuat
kalau waktu jua yang mengubah semua
kembali menjadi sedia kala

apalah arti menjadi lemah
kalau waktu jua yang membuat semua
tumbuh lalu hilang seketika

---

malam ini
jantungku berdebar
jiwaku berkobar
benih cinta telah kusebar
tinggal bersabar
menunggu waktu untuk mekar

malam ini
semuanya sempurna

---

dia memang secantik angin
dan aku seperti api yang tak sabar melahapnya

apakah ini suratan takdir seorang jantan
yang nantinya akan terperangkap jebakan cinta

aih, kasihan.

nasib menari bahagia, Tuhan yang menggenggam senarnya.

---

sendiri dipenuhi sedih
dua mata menatap kosong
sendiri dipenuhi sedih
tak ada ingat sayang

sendiri dipenuhi sedih
dengan dada yang membara
sendiri dipenuhi sedih
badan sakit jiwa tersayat

sendiri
dipenuhi
sedih

menggenggam refleksi
memeluk bayangan

---

seekor anjing pun berhak mendapatkan jalan yang hangat di trotoar
anjing yang jauh lebih disayang daripada tuannya,

anjing!

---

dengan kekangan yang kuat
aku melepaskan segala belenggu

menahan kebebasan
demi sesuatu yang penuh

kepuasan, murni kepuasan, kepuasan seutuhnya
pencapaian puncak tertinggi

kejujuran dari segala yang ada
kemurnian, jernih bagai air yang menetes dari langit
yang pertama, dan terakhir

semoga saja. amin.

---

tidak ada yang namanya penyesalan
karena selalu melihat ke depan

tidak ada mata di belakang kepala
tetap terus melangkah maju

tidak ada pula kata menyerah
lebih baik mati, daripada diam pasrah

---

memang benar papan itu seperti cermin
yang tak pernah buram
merefleksikan yang sejati

jujur, begitu saja
dan setia, sampai nafas terakhir

sabar sayang,
tak perlu tergesa-gesa...

aku masih belum siap.

---

hari itu bersamanya
hanya berdua

kala matahari yang cantik berseri
mendaki gunung tinggi hijau nan asri

tidak ada yang lebih indah lagi
daripada peluk hangat bumi pertiwi

dan kedua bibirnya yang semerah jambu
muncul tanpa henti, dalam setiap waktu
memenuhi segala sudut pikiranku

---

hujan sore ini membawa sendu
bersama dentuman tanah
dan harmoni tepukan dedaunan
menenangkan hati yang sepi

aih, semoga besok hujan datang kembali

---

besok gendang perang akan ditabuh
matahari akan marah
semangat tempur membara

semoga saja menang
dan mendapatkan keabadian

yang pertama
dan terakhir

bulan yang baru

---

di atas langit masih ada langit
dimana bintang bernaung menari

ternyata aku masih lemah
belum ada apa-apanya

sampai kapan ini semua bertahan?

mungkin besok matahari tak akan terbit

---

kehidupan akan terus berjalan
meskipun nafasmu telah habis terbuang

kematian akan selalu menunggu
meskipun kelopak matamu terbuka kembali

dan dimanakah kebenaran yang sejati?
dalam dunia yang fana ini

dan dimanakah kebahagiaan yang murni?
dalam tawa yang penuh kepalsuan ini

*hahaha... hahaha!*
(hiks hiks hiks, hiks hiks hiks)

---

dan dia terus berputar tanpa henti
seperti gasing yang menari dengan satu kaki

tangan kirinya memeluk bumi
dan tangan kanannya menggapai langit

kemana tuhan akan memberi petunjuk kepadanya?

berputar-putar putar-putar...

---

malam ini adam bertanya:

"hari ini kita akan makan apa?"

hawa menjawab:

"aku ingin buah itu."

dan sisanya takdir yang bercerita
hanya sebuah permainan kecil penuh keseriusan
oleh Yang Maha Besar

permainan kilat yang kita anggap sepele

---

sahabat lama
datang kembali
dengan senyum baru

berbagi kenangan usang
mencari impian bersinar

aku ingin pergi
bersama lagi, menggapai cita

---

ingin aku memetik mahkota bunga
sebagai yang pertama
dan semoga yang terakhir pula

tak akan aku biarkan layu karena dahaga
berupaya penuh sekuat daya yang ada
semampuku, untuk selama-lamanya

---

dua jiwa menyatu dalam satu malam
sebuah ikatan perjanjian hingga nafas terakhir

apakah ini yang namanya cinta?

terus bertahan...
sampai waktu memungut sisa-sisanya.

---

bulan penuh abu
gurun kering seratus windu

sama seperti hatiku
penuh sepi dan sendu

Kamis, 21 Februari 2013

Bait Untuk Direnungkan


Mengapa api menyala
di dalam air,
Tetapi di luar air,
nyala dirinya padam?
Panas yang sama sesungguhnya terbagi
di dalam dan di luar.
Engkau harus mengamatinya secara cermat -
bagaimana api menyala, bagaimana api padam?

---

Samudra itu murni dan bersih asal-usulnya
yang membutuhkan angin
gelombang-gelombang menyangga
kura-kura dan naga
gelombang-gelombang kasih menopang
dan kasih semata tumbuh.
Engkau akan tahu ikan dan penghuni air
Akan terjaga selamanya.

Samudra mencipta sungai-sungai dan danau-danau,
tapi samudra selalu tetap seperti dahulu
Asal-usul sungai dan danau
Sungguh mengalir dari samudra bersih.
Jangan ragu - 
samudra ini adalah sungai-sungai dan danau-danau,
sungai-sungai adalah sungai-sungai dan danau-danau,
tapi samudra tentu saja adalah samudra.

---

"Perempuan cantik itu unik dan khas. Namun, wajah siapakah yang di kepalanya itu? Ia berhasrat untuk menampakkan wajahnya yang cantik dan menunggu untuk dirias. Ketika tempat dandan disediakan dengan pancaran-pancaran seni demi sebuah permainan yang menyenangkan, cahaya terang mulai tampak di cermin yang mahal."

---

Mereka yang tidak mengerti benar dan salah
sebenarnya adalah ras lain.
Hanya dengan memastikan perbedaan antara sejati dan palsu
engkau akan mulai menjadi manusia.
Manusia-manusia mulia mentransendensikan sepuluh ribu tingkat
karena kearifannya.
Menghina jalan yang lurus dalam kebodohan
seperti meniru kegelapan segala sesuatu.

---

Mengenal yang sejati sebenarnya
bermula dari mengenal diri sendiri.
Seolah-olah engkau menyaksikan dirimu sendiri,
engkau harus merenung dan belajar lebih lanjut.
Awal dan akhir langit dan bumi
akan memasuki berat dan timbanganmu.
Penciptaan dan kematian manusia dan jin
akan berada dalam genggamanmu.
Engkau akan sepenuhnya menembus debu terkecil
dan tidak akan menjadi kecil dan tipis.
Engkau akan merangkul seluruh semesta
dan tidak akan menjadi besar dan agung.
Engkau akan melampaui dua puncak gunung
dan menjadi unik dan mandiri.
Engkau tidak akan jatuh ke dalam kehampaan dan ketiadaan
yang berarti mempunyai sebuah bentuk.

Warisan Untuk Indonesia


Izinkan aku mengisi cawan, dan menyampaikan. Kelak akan berguna bagi kita semua, terutama untuk para pemimpin negeri ini dan juga jiwa-jiwa suci yang muncul berikutnya. Inilah sebuah paragraf untuk kita semua:

"Tubuh manusia seperti sebuah negara; pendengaran, penglihatan, dan mulut adalah menteri-menterinya; dua tangan dan dua kaki serta seratus tulang adalah rakyatnya; dan hati adalah pemimpinnya. Jika hati baik, baiklah seluruh tubuh, dan jika hati jahat, jahatlah seluruh tubuh. Mengapa kalian tidak memikirkan apa yang ada dalam diri kalian? Mereka yang menanam bunga akan memanen bunga, dan mereka yang menanam duri akan memanen duri pula."