tenggelam

siang maupun malam
ramai maupun sepi

takbiratul ihram
lalu menatap
tempat sujud

mengapa
yang terlihat
cuma gelapnya
bayanganku sendiri?

o Kekasih,
maafkan aku
dan segala kelam
hitam hatiku

15412, 202504050125

modernitas

kertas quran tipis sekali

hemat budget seperti imanku


turun pesawat perosotan

kita semua ingat Allah


15412, 202603010238

s line

yours

on your head


mine

on my wrist


siinamota

young girl a


everything

is rouge



15412, 202507200123

ᶜȑōẅπ ẞalvün

Stanza 1: Ċīrū Ḡaṟōn Lūm

īṅ·ka ȯr·šī lāg·thu,  
ẇaṇ·ka ȯr·šī vūl·thu,  
īṅ·ka ṭe·shī lāg·thu,  
ẇaṇ·ka ṭe·shī vūl·thu,  
ākh·luṁ·ra ēn·za lō,  
ākh·luṁ·ra ēn·za nē.  

Stanza 2: Ṭēñōm Ḡrākhūn ẞēl

zīl·nu⁼ra ōk·ta sūm·phi,  
grōm·thu⁼ra ēl·za nū⁼phi,  
maṛūn·tha ēl·za kū⁼shi,  
jeph·luṁ·ra ta⁼na rē⁼shi,  
vōl·phuṁ·tha ura⁼ka sē⁼shi,  
ṅīþ·ra vōl·ka ōṇ⁼shi.  

Stanza 3: Vṛēlūm Ḡrūphōn Dēn

ṭhāṇ·ka lēn·ša vār·khi,  
bōḷ·ka mēn·ša āṙ·shi,  
zhūl·pa mēn·ša ūṙ·shi,  
phōṅ·ka zhūl·pa āṙ·shi,  
sṛēn·ka bōḷ·ka zṙē·shi,  
ḍhōm·ka ṭhāṇ·ka mēṙ·shi.

Rispondere 1: Bōḷka Mīrna

bōḷ·ka mīr·na āṙ·shi,  
kōl·vūn zhūl·pa sē⁼shi,  
īṅ·ka ȯr·šī lāg·thu,  
ākh·luṁ·ra ēn·za nū⁼phi.

Rispondere 2: Mēnša Rūlthu

īṅ·ka mēn·ša rūl·thu,  
ẇaṇ·ka zhūl·pa sūm·phi,  
vōl·phuṁ⁼ra ȯr·šī nū⁼shi,  
ṅāḷ·thu⁼ra ēn·za lō.

Rispondere 3: Ḵṝōwyn Ṭhāṇka

kṝō·wyn ṭhāṇ·ka ḍūl·ven,  
ṫe·shī ṣṛēn·ka bōḷ·ven,  
lō, ḍhōm·ka ṁēṙ·shi,  
shīl·dūn zṝō·kha vōl·ven.

Rispondere 4: Zhâlvün Grūmȯr

zhâl·vün ēn·za grū·mȯr⁼tha,  
vṛēl·ka mēn·ša sūm·phi⁼na,  
īṅ·ka⁼ra ẇaṇ·ka⁼ra ḡōn·shi,  
ākh·luṁ·ra ēl·za nē⁼phi.



penggalan lidah elegi

langit tidak akan runtuh karena gonggongan anjing

api tidak akan padam karena bisikan malaikat

presiden tidak akan diam karena teriakan maling

jenderal tidak akan patuh karena jilatan pantat


putra-putra terlahir dimangsa bapaknya sendiri

putri-putri tumbuh dalam bara yang terkatup

bintang-bintang menjarah lidah dari mulut sejarah

darah mengalih huruf ke langit yang beku


kembang api menari di kuburan yang rakus

angin membawa abu ke mulut-mulut sunyi

langit menjahit luka dengan benang cahaya

tapi kita tetap bisu, tapi kita tetap mati


15412, 202505252359

bakalbekalpemerintah

gratisabadiituilusiperutkembungtapihatilaparibuinstansipalsuoperasikantungdagingbusukdibalikspanduksehatnutrisipalsudipajangdimejabersihdenganskuykerdusbekasmiinstankadarguladijualnyawauntukseikatdaunbayambasikuburanberasdiskon80%darahbekudicairkanjadikolaknanahpemerintahnyanyilagurayuansambilcabutsubsidilpgususbuntubertepuktanyajenazahdipiringplastikdikarungiulatdiaremenari-naridiselokantempatpembuanganakhirjantungkompromidetaknyasemakinkorupdaripemiluilegalnyemeknyemekkartuprasejahteradilumatmesincuandigitalginjalmenarijogetdangdutdibayarsetorannonstopkerekeningpejabattakpernahkembalikeperutrakyatmatabutadengansenyummanisdiskonbaksoawetmudaabadiakibattelurhargamenggilaapitakpernahberakhirjanjimanisdiigselebritidibayarpakebungkusnasiakingdariplastikdaurulangtulang-belulangnyadisusunkembalijadikuponmakansehat2029mampuskenyangmampuslaparmampusdengansponsorpemerintahdaerahyangbertepuktangandarikuburanmassalvirusindomiekuatkanselamanyadisurgaapotekerjadipenjualtulangpalsuparkiranakdengantekananudaraminuslimapuluhribuperutmeledakjadicendolpenghiburrasasaosdarahbekudijualsebagaipestayoutubeliveviewer200000000botmenghiasikuburandengankuponundianberhadiahkarungberasberulatlikuidasijantungdijualshopeepaylaterbungkusnyadibayarpaketselingkuhanmayathidupnyadisubsidipemerintahdengansyaratpostingstorytentangstuntingalgoritmalaparmakandatawargamiskinjadibumbupenyedapmatauangdigantijadiremahrotikadaluarsadilaciinflasikeringatdijadikankuahbaksobayarutangnegaraanaksekolahdikemasjadinuggetdiskonharikemerdekaanlangitdijualdie-commercebayarnyapakekeringatburuhparu-parujadikantongsampahkebijakanmenterikesehatanlidahdijepitspandukkampanyejanjimakansianggratisduniadipotongjadikrupukrenyahdimakanmenteri-menterirame-ramepotongnadidilivetiktokdarahdijadikankuahmiinstanprogrambantuansosialteriak-teriakdimedsosjadisoundtrackpenguburanmassalterakhirkalibernapastagar#makangratissampematijaditrendingsebelumalgoritmamenelankamidalamkuburandatatanpanisan

15412, 202505210059


[ ∞ ]

 ¬xK9@qT#s_n_i_u_y_l_a_m_d_j_r_n_g_c_h_w_a$ΓpL2^jM

$vZ3!kP~♾️ ✧trg_snyal_tenggelam_∞_arus_digit$∂rT5%mZ

λQβ8#dF⊗sK4&vX≈nY6@qL∫tP9#rJ


↑ ↓ ← →↻ ∅ ∞∴ ♾️ ✧¬xK9@qT#klmpk_k_s_p_n_Δ_ntr_k_n_k_s_y_m_b_k_z$ΓpL2^jM

⊗sK4&vX≈nY6@qL∫tP9#rJλQβ8#dF∂rT5%mZ

$vZ3!kP~mN7*oR↑ ↓ ← →↻ ∅ ∞∴ ♾️ ✧


API_laut_data_menelan_suara_kita,

¬xK9@qT#hmp_dlm_infrastruktur_realm$ΓpL2^jM

↑ ↓ ← →↻ ∅ ∞∴ ♾️ ✧⊗sK4&vX≈nY6@qL∫tP9#rJ


∂rT5%mZλQβ8#dF↑ ↓ ← →↻ ∅ ∞∴ ♾️ ✧

$vZ3!kP~mN7*oR⊗sK4&vX≈nY6@qL∫tP9#rJ

¬xK9@qT#ksprn_yg_tumbuh_∞_koneks_yg_mmbeku$ΓpL2^jM


01110100011001010111001001101010011001010110001001100001011010110010000001100100011000010110110001100001011011010010000001110010011001010110000101101100011010010111010001100001



15412, 202505200154

∮ ∅ ⁂ ∅ ∮ (pantulan kekosongan)

†∆∅x⁂ ⁃ ⁊ ⁌ ⁍  

⁂∮ ⁄⁃ ⁊ ⁋ ⁌  

⁃ ⁋ ⁌ ⁍ ⁊ ⁂  

∅x⁂ ⁃ ⁊ ⁌ ⁍  


⁂∮ ⁃ ⁊ ⁋ ⁌  

⁄⁃ ⁊ ⁋ ⁌ ⁍  

⁃ ⁋ ⁌ ⁍ ⁊  

∮ ⁂ ⁃ ⁊ ⁋  


⁊ ⁋ ⁌ ⁍ ⁂  

∅x⁂ ⁃ ⁊ ⁌  

⁄⁃ ⁊ ⁋ ⁌ ⁍  

⁂∮ ⁃ ⁊ ⁋  


15412, 202505162137

belajar berkata-kata

:mansa aqalbu sahli

hari mulai kertas

pohon-pohon disambungin

mari kita bersenayan


bunga matahari tenggelam

basah lawannya handuk

mau kemana kita hari ini?


lima puluh juta didudukin

rumahnya semua masuk igede

jangan lapar-lapar mululah


akukan sebelum pipi gak tidur

kita juga mati di dunia ini

terus abis itu main tayo idup


hei pantat apakah kamu kerja bagus?

nanti tahun lalu di sekolah aku ada berjualan

kentutnya bau sampah


hei abang tukang bakso

mari-mari sini

aku mau beli apapun


hei buah cintaku

jangan buru-buru tumbuh, sabarlah dulu (pelan-pelan pak supir)

masih banyak adab dan ilmu yang belum terpaku


hei buah cintaku

seperti petuah bundamu:

kau bisa jadi apa saja yang kau mau


seperti baya yang kuat dan adil melindungi

seperti elang bondol yang jujur dan ikhlas

seperti mandar dengkur yang sabar dan gemar berbagi


yang penting kau jangan jadi kancil

yang penting kau jangan jadi tikus

dan jangan pula kau jadi rakyat jelata


aamiin Ya Rabbal 'aalamiin.

panas dan terbuang

di pinggiran ibukota

kabel-kabel listrik menjelma ular

yang saling bergulat

mencekik satu sama lain

berlomba-lomba kawin satu malam


di pinggiran ibukota

tetes hujan, embun, keringat, kencing, darah dan air mata

semua menggantung di taring ular yang sama

masing-masing khusyuk mengantri hingga

berakhir jatuh ke satu tong sampah tua


di pinggiran ibukota

kamusku berjamur dikeroyok curut dan rayap

bait-baitku lahir kadaluarsa

kaset rusak yang menolak lupa

mengulang nada-nada tak bergema


o kekasih,

sampai kapan jiwa ini harus kelaparan?


o kekasih,

banjiri hati ini dengan cahaya tanpa batas


amin.

hidangan

kepala ikan kepala ikan

tiap malam kuimpikan


kepala ikan kepala ikan

makin ditelan makin tertekan


kepala ikan kepala ikan

telah lama lepas dekapan


kepala ikan kepala ikan

kapan hilang dari ingatan

mengejar cita-cita

waktu menunjukkan pukul 3 pagi

sang ayam semangat berkokok

membangunkan geliat asik ulat


kulkas juga masih saja berisik

24 jam live show keroncong di perutnya

hanya dibayar pakai kentut


sementara itu api di dada

kian lama kian perkasa

meskipun kepala sudah penuh kabut


ayam, ulat, kulkas, dan aku

kami semua sama,

ketika tidur berbagi mimpi:

ingin jadi pak tani

yang punya lahan sendiri

yang rajin menanam jagung memanen rumput


o kekasih,

sayangilah kami selalu

hingga hari yang dimaklumi tiba

dan segala perhitungan kami selesai

tanpa ada hutang yang tertinggal


amin.

persembahan

ibuku dulu kepalanya hitam

matanya juga tak kalah kelam


lalu aku datang

lewat lubang miliknya

yang paling basah


aku merengek-rengek

ingin menelan segala emas di dunia

sebagai ganti sebuah keberadaan


melihat itu ibuku tersenyum

cepat-cepat ia menyumpal

bibir kecilku dengan keras putingnya

hingga seluruh gurihnya tak bersisa


sekarang kepala ibuku putih

setiap helai rambutnya dipeluk malaikat


gurih-gurih itu telah disulap waktu

menjadi banjir merah-merah

yang tak pernah bisa keluar

lewat ujung-ujung mata


amin.

buah lidahku

sayangku,


belum ada seminggu

tisu gulung di toilet itu

akhirnya tenggelam juga

ditelan ombak dalam dirimu


dan ternyata aku

meskipun telah sembunyi dalam sarang yang baru

lidahku tetap saja sama

kian busuk dipeluk waktu


dan ternyata bayangan hatiku

tidak akan pernah berubah menjadi bening

sampai kekasih memaafkan kita berdua

dilarang merokok dalam studio bioskop

kawanku
nisanmu itu cermin perak
bagi kita berdua

di mana kita saling memandang
dan meraba bayangan kita masing-masing

melukis segala kebodohan-kebodohan dunia
dan mengasahnya jadi berlian di hati

kawanku
nisanmu itu cermin perak
bagi kita berdua

kelak kita akan kembali bertukar tawa
seperti dulu ketika waktu masih di bawah tumit kita

lalu kita angkat gelas kita tinggi-tinggi
terus meneguk tak terhenti
hingga paru-paru kita berdua tenggelam
dalam kasih sang kekasih yang tak terbatas

dan kita tidak akan pernah lagi kekeringan

amin

mengingatmu setelah vaksin corona

o kekasih


siang ini di rumahmu

tersisa aku di tengahnya


sementara wajahku ini

tetap setia dipeluk masker


tadi khatib berwasiat

bahwa wabah ini akibat

ulah tangan kita sendiri


mengingat itu membuatku

hampir ketiduran lagi


usai kembali merayu dirimu

lubang pantatku berubah

menjadi sangkakala


nadanya meraung ke segala penjuru

memantul-mantul mengisi kepala


untunglah tidak ada yang tepuk tangan

atau ikut berjihad mencicipi


dan kipas angin di samping namamu

masih saja terus menggeleng-geleng


o kekasih


sesungguhnya aku hanyalah

sebongkah wadah yang kotor

maaf, stok sudah habis

senja terakhir ramadhan

gema takbir memanjat awan


malam-malam panjang

akhirnya telah usai


marilah menuju kemenangan

marilah menuju kemenangan


burung-burung pun pulang kampung

rindu akan sangkar yang telah hilang


bertualang meninggalkan jejak-jejak putih

kumpulan kotoran mereka sendiri


sementara itu, di merah langit ibukota

air mata tetap jadi barang langka


amin.

belajar lagi

biji-bijian

ada dipelajaran


biji-bijian

bisa ditanam lagi


biji harap ditanam tumbuh harap

biji mimpi ditanam tumbuh mimpi


bijih kuningan, bijih perunggu,

buang saja


biji kopi, biji senja, biji rindu, biji patah hati

awas jangan ditelan


banyak-banyak makan ragam puisi

rajin-rajin ya demi kewarasan

jargon

bapaknya suka mendengar musik metal

anaknya juga suka mendengar musik metal


bapaknya suka bilang: kerja, kerja, dan kerja

anaknya juga suka bilang: kerja, kerja, dan kerja


tolonglah itu si agensi diganti

supaya rezeki bisa dibagi


buah jatuh pohon tumbang

jalan-jalan tol lahir di selangkangan ibu pertiwi

ikut arus

tiada bintang tiada bulan

namun malam terus berkedip

karena halilintar sedang genit-genitnya


di dalam kalut semua itu

kenapa yang becek

cuma lubang di balik dada?


o wastafelku yang putih dan tak bernoda

o wastafelku yang berkilau cemerlang


izinkan aku membanjiri ronggamu

dengan dahak-dahakku

yang merah segar