siang maupun malam
ramai maupun sepi
takbiratul ihram
lalu menatap
tempat sujud
mengapa
yang terlihat
cuma gelapnya
bayanganku sendiri?
o Kekasih,
maafkan aku
dan segala kelam
hitam hatiku
15412, 202504050125
Puisi & Racauan
siang maupun malam
ramai maupun sepi
takbiratul ihram
lalu menatap
tempat sujud
mengapa
yang terlihat
cuma gelapnya
bayanganku sendiri?
o Kekasih,
maafkan aku
dan segala kelam
hitam hatiku
15412, 202504050125
kertas quran tipis sekali
hemat budget seperti imanku
turun pesawat perosotan
kita semua ingat Allah
15412, 202603010238
Stanza 1: Ċīrū Ḡaṟōn Lūm
langit tidak akan runtuh karena gonggongan anjing
api tidak akan padam karena bisikan malaikat
presiden tidak akan diam karena teriakan maling
jenderal tidak akan patuh karena jilatan pantat
putra-putra terlahir dimangsa bapaknya sendiri
putri-putri tumbuh dalam bara yang terkatup
bintang-bintang menjarah lidah dari mulut sejarah
darah mengalih huruf ke langit yang beku
kembang api menari di kuburan yang rakus
angin membawa abu ke mulut-mulut sunyi
langit menjahit luka dengan benang cahaya
tapi kita tetap bisu, tapi kita tetap mati
15412, 202505252359
gratisabadiituilusiperutkembungtapihatilaparibuinstansipalsuoperasikantungdagingbusukdibalikspanduksehatnutrisipalsudipajangdimejabersihdenganskuykerdusbekasmiinstankadarguladijualnyawauntukseikatdaunbayambasikuburanberasdiskon80%darahbekudicairkanjadikolaknanahpemerintahnyanyilagurayuansambilcabutsubsidilpgususbuntubertepuktanyajenazahdipiringplastikdikarungiulatdiaremenari-naridiselokantempatpembuanganakhirjantungkompromidetaknyasemakinkorupdaripemiluilegalnyemeknyemekkartuprasejahteradilumatmesincuandigitalginjalmenarijogetdangdutdibayarsetorannonstopkerekeningpejabattakpernahkembalikeperutrakyatmatabutadengansenyummanisdiskonbaksoawetmudaabadiakibattelurhargamenggilaapitakpernahberakhirjanjimanisdiigselebritidibayarpakebungkusnasiakingdariplastikdaurulangtulang-belulangnyadisusunkembalijadikuponmakansehat2029mampuskenyangmampuslaparmampusdengansponsorpemerintahdaerahyangbertepuktangandarikuburanmassalvirusindomiekuatkanselamanyadisurgaapotekerjadipenjualtulangpalsuparkiranakdengantekananudaraminuslimapuluhribuperutmeledakjadicendolpenghiburrasasaosdarahbekudijualsebagaipestayoutubeliveviewer200000000botmenghiasikuburandengankuponundianberhadiahkarungberasberulatlikuidasijantungdijualshopeepaylaterbungkusnyadibayarpaketselingkuhanmayathidupnyadisubsidipemerintahdengansyaratpostingstorytentangstuntingalgoritmalaparmakandatawargamiskinjadibumbupenyedapmatauangdigantijadiremahrotikadaluarsadilaciinflasikeringatdijadikankuahbaksobayarutangnegaraanaksekolahdikemasjadinuggetdiskonharikemerdekaanlangitdijualdie-commercebayarnyapakekeringatburuhparu-parujadikantongsampahkebijakanmenterikesehatanlidahdijepitspandukkampanyejanjimakansianggratisduniadipotongjadikrupukrenyahdimakanmenteri-menterirame-ramepotongnadidilivetiktokdarahdijadikankuahmiinstanprogrambantuansosialteriak-teriakdimedsosjadisoundtrackpenguburanmassalterakhirkalibernapastagar#makangratissampematijaditrendingsebelumalgoritmamenelankamidalamkuburandatatanpanisan
15412, 202505210059
¬xK9@qT#s_n_i_u_y_l_a_m_d_j_r_n_g_c_h_w_a$ΓpL2^jM
$vZ3!kP~♾️ ✧trg_snyal_tenggelam_∞_arus_digit$∂rT5%mZ
λQβ8#dF⊗sK4&vX≈nY6@qL∫tP9#rJ
↑ ↓ ← →↻ ∅ ∞∴ ♾️ ✧¬xK9@qT#klmpk_k_s_p_n_Δ_ntr_k_n_k_s_y_m_b_k_z$ΓpL2^jM
⊗sK4&vX≈nY6@qL∫tP9#rJλQβ8#dF∂rT5%mZ
$vZ3!kP~mN7*oR↑ ↓ ← →↻ ∅ ∞∴ ♾️ ✧
API_laut_data_menelan_suara_kita,
¬xK9@qT#hmp_dlm_infrastruktur_realm$ΓpL2^jM
↑ ↓ ← →↻ ∅ ∞∴ ♾️ ✧⊗sK4&vX≈nY6@qL∫tP9#rJ
∂rT5%mZλQβ8#dF↑ ↓ ← →↻ ∅ ∞∴ ♾️ ✧
$vZ3!kP~mN7*oR⊗sK4&vX≈nY6@qL∫tP9#rJ
¬xK9@qT#ksprn_yg_tumbuh_∞_koneks_yg_mmbeku$ΓpL2^jM
01110100011001010111001001101010011001010110001001100001011010110010000001100100011000010110110001100001011011010010000001110010011001010110000101101100011010010111010001100001
15412, 202505200154
†∆∅x⁂ ⁃ ⁊ ⁌ ⁍
⁂∮ ⁄⁃ ⁊ ⁋ ⁌
⁃ ⁋ ⁌ ⁍ ⁊ ⁂
∅x⁂ ⁃ ⁊ ⁌ ⁍
⁂∮ ⁃ ⁊ ⁋ ⁌
⁄⁃ ⁊ ⁋ ⁌ ⁍
⁃ ⁋ ⁌ ⁍ ⁊
∮ ⁂ ⁃ ⁊ ⁋
⁊ ⁋ ⁌ ⁍ ⁂
∅x⁂ ⁃ ⁊ ⁌
⁄⁃ ⁊ ⁋ ⁌ ⁍
⁂∮ ⁃ ⁊ ⁋
15412, 202505162137
pohon-pohon disambungin
mari kita bersenayan
bunga matahari tenggelam
basah lawannya handuk
mau kemana kita hari ini?
lima puluh juta didudukin
rumahnya semua masuk igede
jangan lapar-lapar mululah
akukan sebelum pipi gak tidur
kita juga mati di dunia ini
terus abis itu main tayo idup
hei pantat apakah kamu kerja bagus?
nanti tahun lalu di sekolah aku ada berjualan
kentutnya bau sampah
hei abang tukang bakso
mari-mari sini
aku mau beli apapun
hei buah cintaku
jangan buru-buru tumbuh, sabarlah dulu (pelan-pelan pak supir)
masih banyak adab dan ilmu yang belum terpaku
hei buah cintaku
seperti petuah bundamu:
kau bisa jadi apa saja yang kau mau
seperti baya yang kuat dan adil melindungi
seperti elang bondol yang jujur dan ikhlas
seperti mandar dengkur yang sabar dan gemar berbagi
yang penting kau jangan jadi kancil
yang penting kau jangan jadi tikus
dan jangan pula kau jadi rakyat jelata
aamiin Ya Rabbal 'aalamiin.
di pinggiran ibukota
kabel-kabel listrik menjelma ular
yang saling bergulat
mencekik satu sama lain
berlomba-lomba kawin satu malam
di pinggiran ibukota
tetes hujan, embun, keringat, kencing, darah dan air mata
semua menggantung di taring ular yang sama
masing-masing khusyuk mengantri hingga
berakhir jatuh ke satu tong sampah tua
di pinggiran ibukota
kamusku berjamur dikeroyok curut dan rayap
bait-baitku lahir kadaluarsa
kaset rusak yang menolak lupa
mengulang nada-nada tak bergema
o kekasih,
sampai kapan jiwa ini harus kelaparan?
o kekasih,
banjiri hati ini dengan cahaya tanpa batas
amin.
kepala ikan kepala ikan
tiap malam kuimpikan
kepala ikan kepala ikan
makin ditelan makin tertekan
kepala ikan kepala ikan
telah lama lepas dekapan
kepala ikan kepala ikan
kapan hilang dari ingatan
waktu menunjukkan pukul 3 pagi
sang ayam semangat berkokok
membangunkan geliat asik ulat
kulkas juga masih saja berisik
24 jam live show keroncong di perutnya
hanya dibayar pakai kentut
sementara itu api di dada
kian lama kian perkasa
meskipun kepala sudah penuh kabut
ayam, ulat, kulkas, dan aku
kami semua sama,
ketika tidur berbagi mimpi:
ingin jadi pak tani
yang punya lahan sendiri
yang rajin menanam jagung memanen rumput
o kekasih,
sayangilah kami selalu
hingga hari yang dimaklumi tiba
dan segala perhitungan kami selesai
tanpa ada hutang yang tertinggal
amin.
ibuku dulu kepalanya hitam
matanya juga tak kalah kelam
lalu aku datang
lewat lubang miliknya
yang paling basah
aku merengek-rengek
ingin menelan segala emas di dunia
sebagai ganti sebuah keberadaan
melihat itu ibuku tersenyum
cepat-cepat ia menyumpal
bibir kecilku dengan keras putingnya
hingga seluruh gurihnya tak bersisa
sekarang kepala ibuku putih
setiap helai rambutnya dipeluk malaikat
gurih-gurih itu telah disulap waktu
menjadi banjir merah-merah
yang tak pernah bisa keluar
lewat ujung-ujung mata
amin.
sayangku,
belum ada seminggu
tisu gulung di toilet itu
akhirnya tenggelam juga
ditelan ombak dalam dirimu
dan ternyata aku
meskipun telah sembunyi dalam sarang yang baru
lidahku tetap saja sama
kian busuk dipeluk waktu
dan ternyata bayangan hatiku
tidak akan pernah berubah menjadi bening
sampai kekasih memaafkan kita berdua
o kekasih
siang ini di rumahmu
tersisa aku di tengahnya
sementara wajahku ini
tetap setia dipeluk masker
tadi khatib berwasiat
bahwa wabah ini akibat
ulah tangan kita sendiri
mengingat itu membuatku
hampir ketiduran lagi
usai kembali merayu dirimu
lubang pantatku berubah
menjadi sangkakala
nadanya meraung ke segala penjuru
memantul-mantul mengisi kepala
untunglah tidak ada yang tepuk tangan
atau ikut berjihad mencicipi
dan kipas angin di samping namamu
masih saja terus menggeleng-geleng
o kekasih
sesungguhnya aku hanyalah
sebongkah wadah yang kotor
senja terakhir ramadhan
gema takbir memanjat awan
malam-malam panjang
akhirnya telah usai
marilah menuju kemenangan
marilah menuju kemenangan
burung-burung pun pulang kampung
rindu akan sangkar yang telah hilang
bertualang meninggalkan jejak-jejak putih
kumpulan kotoran mereka sendiri
sementara itu, di merah langit ibukota
air mata tetap jadi barang langka
amin.
biji-bijian
ada dipelajaran
biji-bijian
bisa ditanam lagi
biji harap ditanam tumbuh harap
biji mimpi ditanam tumbuh mimpi
bijih kuningan, bijih perunggu,
buang saja
biji kopi, biji senja, biji rindu, biji patah hati
awas jangan ditelan
banyak-banyak makan ragam puisi
rajin-rajin ya demi kewarasan
bapaknya suka mendengar musik metal
anaknya juga suka mendengar musik metal
bapaknya suka bilang: kerja, kerja, dan kerja
anaknya juga suka bilang: kerja, kerja, dan kerja
tolonglah itu si agensi diganti
supaya rezeki bisa dibagi
buah jatuh pohon tumbang
jalan-jalan tol lahir di selangkangan ibu pertiwi
tiada bintang tiada bulan
namun malam terus berkedip
karena halilintar sedang genit-genitnya
di dalam kalut semua itu
kenapa yang becek
cuma lubang di balik dada?
o wastafelku yang putih dan tak bernoda
o wastafelku yang berkilau cemerlang
izinkan aku membanjiri ronggamu
dengan dahak-dahakku
yang merah segar